Laman

Rabu, 15 Januari 2014

GOLPUT?




"Coba bayangkan, kalau 30 persen saja pemilih yang bersikap golput maka calon yang terpilih kurang merepresentasikan harapan mayoritas masyarakat," kata Farid. disini
2014 adalah tahun dimana pemilu pilpres akan berlangsung. Namun apakah warga Indonesia akan tetap turut andil dalam pemilu kali ini? Tentu saja yang diharapkan bahwa seluruh warga Indonesia berpatisipasi aktif dalam pemilu 2014. Partisipasi aktif disini maksudnya adalah bahwa pemilih memilih capres sesuai hati nurani dan dedikasi yang dimiliki setiap calon. Namun “golput” masih saja terus membayangi di pemilu 2014 ini.
Banyak faktor yang membuat warga menjadi golput. Salah satunya adalah berkurangnya kepercayaan warga terhadap elite politik. Tidak adanya kepercayaan rakyat kepada elite politik dan para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif, akan mendorong masyarakat apriori, termasuk dalam menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Rakyat diprediksi banyak yang tidak akan menggunakan hak pilihnya alias golput, bahkan bisa jadi golput akan menang. Keberhasilan pemilu dalam memperoleh pemimpin yang kompeten sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Tak hanya itu, persoalan teknis seperti ketiadaan akses ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), baik karena sakit, remote wilayah, maupun keterbatasan lainnya juga menjadi pemicu golput.
Tapi apakah alasan diatas menjadi alasan kuat menjadi golput? Bukankah sepatutnya kita sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban sebagai pemilih harus tetap dilaksanakan? Apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan Indonesia ini apabila golput menjadi pilihan? Pemimpin yang baik akan ada apabila pemilih tidak golput. Dengan catatan pemilih memilih calpilpres sesuai hati nuraninya. Bukan karena suatu paksaan atau unsur-unsur lainnya, misal money politic.
Kerja sama dan kepercayaan antara elit politik dan warga harus ada disini. Kita sebagai generasi bangsa harus pikirkan masa depan bangsa sejak sekarang. Masalah kriteria calpilpres harus dipertimbangkan juga sebelum memilih. Janganlah tergiur oleh rayuan gombal janji belaka yang diucapkan para calpilpres.

1 menit menentukan 5 tahun  ke depan.

9 komentar:

Unknown mengatakan...

sebagai warga negara indonesia yang baik.. sebaiknya mengetahui bobot bebet dan bibit calon pemimpin bangsa nya..

Fitri Ariningrum mengatakan...

banyak cara untuk menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS untuk menyalurkan asprasinya, pada pilgub Jakarta misalnya salah satu TPS di wilayah Menteng, Jakpus, mendekorasi TPS dengan begitu menarik dan menyuguhkan berbagai macam makanan ringan layaknya pesta pernikahan.

giny aprilianike mengatakan...

tapi jika menurut sebagian orang capres sekarang tidak memenuhi syarat sebagai seorang pemimpin dan mereka lebih memilih golput, nah tuh gmna tindakan pemerintah harusnya?

Anonim mengatakan...

betul sekali, yang banyak jadi pertimbangan masyarakat adalah para calon capres inilah yang terlalu mengkampanyekan dirinya secara berlebihan sehingga terkesan memaksa baik dalam media dll

Unknown mengatakan...

memilih capres dan cawapres dalam pemilu 2014 memang sulit, karena kandidatnya mungkin kurang pas untuk dipilih, jadi mereka memilih golput. namun jika suara masyarakat yang telah golput itu justru dimanipulasi bagaimana? tatap saja golput dan tidak golput akan bermasalah, namun sebaiknya tidak golput, karena benar, satu suara kita menentukan indonesia beberapa tahun kedepannya.

Anonim mengatakan...

tidak baik sebenarnya kampenye macam itu, tapi media memang besar pengaruhnya

Unknown mengatakan...

maka dari itu ini adalah pr bagi pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. jangan sampe yang golput itu membuat negara sendiri lantaran sudah muak dengan masalah-masalah yang ada di Indonesia.

Anonim mengatakan...

mulai lah dari diri sendiri dulu untuk tidak golput . Barulah kita mempengaruhi orang lain untuk tidak golput .

Anonim mengatakan...

Tidak ada yang salah dalam kasus ini, dan memang tidak ada yang ingin disalahkan. Rakyat sudah terlanjur tidak percaya kepada pemerintah, salah satunya dengan maraknya kasus korupsi yang ada."lantas siapa yang seharusnya disalahkan?" mungkin pertanyaannya akan lebih baik jika seperti ini, "lantas siapa yang ingin introspeksi terlebih dahulu?". Akar dari masalah ini adalah mengenai introspeksi atau benah-diri. Alangkah lebih baiknya jika pemerintah mampu mengintrospeksi dirinya sendiri dengan berbuat sewajarnya lah (baca; tidak korupsi dan perlancar pembangunan) sehingga kepercayaan masyarakat bisa kembali diraih sehingga mereka pun kembali mempunyai keinginan untuk memilih dalam pemilu-pemilu selanjutnya. Begitu pun dengan masyarakatnya itu sendiri, mereka tidak bisa menjadikan egonya dicampurkan dengan kepentingan umum. Karena benar adanya, satu suara bisa menentukan Indonesia untuk beberapa tahun kedepan. "Lantas apa yang harus kita lakukan?" Kita adalah generasi penerus bangsa yang akan menggantikan "mereka-mereka" dalam beberapa tahun yang akan datang. jika kalian menginginkan Indonesia yang lebih baik di masa depan, berbuat baiklah mulai sekarang. Karena masa depan ada di tangan kita, teman. Jadilah rajin dan jangan GOLPUT! :)

Posting Komentar